Bahaya Mengintai Bila Campak Diabaikan
Bahaya Mengintai Bila Campak Diabaikan

GlobalNews – masalah campak meningkat di sebagian area Tak sekadar demam dan ruam merah, ternyata campak terhitung dapat mengundang komplikasi yang mematikan.
Praktisi kesegaran yang juga dokter di RSUD Tamansari Jakbar, Ngabila Salama, menuturkan rata-rata wabah campak resiko berasal dari cakupan imunisasi di suatu lokasi tidak tinggi, merata, bermutu.
“Tidak vaksin campak sama sekali, tidak vaksin campak lengkap disaat bayi, balita, SD, gizi tidak cukup atau tidak baik lingkungan sanitasi rumah tidak bersih, ventilasi hawa dan sinar buruk,” katanya saat berbincang dengan Liputan6.com, Rabu (27/8/2025).
Pneumonia hingga Diare Berat
Jika seorang anak menderita campak sedangkan tidak segera ditangani, bisa mengundang kondisi yang lebih benar-benar layaknya komplikasi. apalagi lebih bahaya berasal dari itu, termasuk bisa mengundang kematian.
“Anak bisa meninggal gara-gara campak bukan sekedar sebab virusnya saja, akan tetapi terutama sebab komplikasi yang muncul,” katanya.
Ada pun penyakit komplikasi yang berpotensi terlihat resiko dari kemunculan campak seperti Pneumonia. antara kasus ini, penyebab utama kematian pada anak penderita campak, baik karena virus campak itu sendiri atau infeksi bakteri sekunder.
Tak sekedar itu, campak yang tidak segera diobati terhitung bisa menyebabkan anak tersebut diare berat dan dehidrasi.
“Anak dengan gizi kurang lebih cepat jatuh ke situasi syok akibat dehidrasi,” ujarnya.
Peradangan Otak hingga Malnutrisi
Pada situasi lainnya, campak juga bisa mengundang kondisi ensefalitis. Di mana berjalan peradangan otak yang muncul mendadak, hingga mengundang kejang, koma, bahkan kematian.
Dampak campak lainnya yakni membuat penderitanya mengalami malnutrisi akut.
“Campak memperparah gizi buruk gara-gara menurunnya nafsu makan, masalah penyerapan, dan peningkatan kebutuhan metabolik,” ujarnya.
46 tempat KLB Campak
Kementerian kebugaran (Kemenkes) mengungkapkan sebanyak 46 lokasi di Indonesia mengalami kejadian luar biasa (KLB) campak. kejadian ini dipicu cakupan imunisasi campak yang tidak merata dan optimal.
Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian kebugaran (Kemenkes), prima Yosephine menjelaskan di dalam tiga th. terakhir cakupan imunisasi campak menurun.
Berikut daftar lokasi yang mengalami KLB campak di Indonesia:
Pulau Jawa
DKI Jakarta
1. Jakarta Barat
2. Jakarta Utara
Jawa Barat
1. Garut
2. Cirebon
Jawa Tengah
1. Banyumas
2. Kota Surakarta
Banten
1. Serang
2. Kota Tangsel
3. Kota Tangerang
4. Kota Tangerang
5. Tangerang
Jawa Timur
1. Sumenep
2. Pamekasan
3. Sampang
4. Bangkalan
5. Kota Surabaya
6. Jember
7. Sidoarjo
8. Lumajang
9. Probolinggo
DI Yogyakarta
1. Sleman
Bali dan Sumatera
Bali
1. Karangasem
Sumatera Utara
1. Kota Medan
2. Deli serdang
3. Tapanuli Selatan
4. Kota Tebing Tinggi
5. Padang Lawas
6. Dairi
7. Samosir
8. Tapanuli Tengah
9. Mandailing Natal
10. Kota Pematang Siantar
11. Padang Lawas Utara
Sumatera Barat
1. Agam
2. Agam
3. Agam
4. Sijunjung
Gorontalo, Kalimantan, dan Sulawesi
Gorontalo
1. Boalemo
2. Pahuwato
3. Kota Gorontalo
Kalimantan Timur
1. Kota Balikpapan
2. Kota Bontang
Kalimantan Utara
1. Nunukan
2. Nunukan
Sulawesi Tengah
1. Tojo Una Una
Sulawesi Selatan
1. Maros
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.
Leave a Comment